Salah satu metode geofisika untuk memprediksi model massa jenis bawah permukaan adalah metode gaya berat. Metode gaya berat menggunakan respons gaya berat yang diukur oleh gravimeter untuk diinversi menjadi model massa jenis bawah permukaan, karena pada prinsipnya setiap benda yang memiliki massa jenis akan memberikan pengaruh gaya berat pada area di sekitarnya.

Pengolahan data gaya berat menjadi model massa jenis menggunakan inversi berkaitan erat dengan metode forward modeling. Dalam forward modeling, ada beberapa cara untuk mendekati model geometri massa jenis bawah permukaan. Bentuk yang umum dipakai adalah menggunakan pendekatan titik-massa, prisma segi-empat, prisma segi-banyak, silinder, serta metode elemen hingga. Pada pendekatan model prisma segi-empat persamaan yang umum dipakai diantaranya adalah metode Sorokin, Haaz-Jung-Plouff, Okabe , Nagy dan Zhou. Kelima metode ini memiliki beberapa kelemahan dan kelebihannya masing-masing.

Pada kesempatan yang lalu, kami telah membandingkan kemampuan dari kelima metode tersebut untuk melihat kemampuan tiap-tiap metode untuk mendapatkan hasil pada berbaga keadaan posisi stasiun percobaan.

Hasilnya adalah bahwa metode Sorokin, Haaz-Jung-Plouff dan Okabe memiliki kemampuan perhitungan yang sama. Ketiganya mampu menghitung titik stasiun observasi paling banyak. Titik yang mampu dihitung yaitu sejumlah 9141 dari 9261 total stasiun, dan hanya memiliki 120 titik error pada model yang kami selidiki. Posisi titik stasiun yang tidak mampu dihitung oleh metode ini umumnya berada pada titik yang berhimpit dengan posisi rusuk bodi anomali serta yang sejajar dengannya (gambar a dan b).

Metode Nagy memiliki jumlah stasiun error yang lebih banyak, yaitu sejumlah 952. Posisi yang tidak mampu dihitung oleh metode Nagy umumnya berada pada sisi dari bodi anomali dan yang sejajar dengan bidang tersebut (gambar c dan d).

Sedangkan metode Zhou memiliki jumlah titik error paling banyak yaitu sejumlah 1129 titik error, terlihat bahwa metode Zhou tidak bisa menghitung pada posisi titik stasiun yang berada di dalam bodi anomali (gambar e dan f).

Titik stasiun yang tidak bisa dihitung karena adanya singularity sebenarnya bisa ditanggulangi dengan menambahkan beberapa kondisi pada persamaan yang ada, namun hal ini tentunya akan menambah waktu komputasi.

Leave a Comment

Categories

Upcoming Events

No results found.

facebook