Gempa bumi adalah peristiwa getaran di kerak bumi sebagai akibat dari suatu aktifitas tertentu, baik yang dipicu oleh sumber tektonik maupun vulkanik. Gempa bumi melepaskan energi dalam bentuk gelombang seismik berupa tekanan dan gelombang (P dan S). Ketika gelombang P meninggalkan medium rambat padat (kerak bumi) kemudian berpindah ke medium rambat atmosfer, maka dia akan berubah menjadi gelombang suara. Sedangkan gelombang S sendiri tidak dapat merambat pada medium tersebut (gas). Suara yang dihasilkan oleh gelombang P biasanya berada pada frekuensi di bawah 20 Hz (infrasonik), dimana frekuensi ini tidak bisa di dengar oleh indra pendengaran manusia.

Ketika orang mendengar gempa bumi, sebenarnya yang mereka dengar bukanlah suara gelombang seismik. Suara yang terdengar itu berasal dari efek perambatan gelombang seismik yang bergerak melewati medium padat yang menyebabkan gemuruh bangunan runtuh atau sejenisnya. Suara ini juga tentunya tidak akan terdengar dari pesawat yang terbang pada ketinggian 30.000 kaki (9,144 meter), seperti halnya suara infrasonik hasil dari gelombang P. Ketika gelombang merambat pada medium udara, maka akan gelombang tersebut mengalami pelemahan kekuatan yang disebut dengan atenuasi. Ini mirip seperti suara speaker yang terdengar makin kecil ketika kita bergerak menjauh atau seperti cahaya yang makin meredup ketika merambat ke dalam air. Bahkan seandainya gelombang seismik bisa mencapai ketinggian pesawat pun, besarnya suara kebisingan yang di keluarkan oleh pesawat akan mengalahkan suara gelombang akibat gempa bumi tersebut. Oleh karena itu, kita tidak akan mendengar suara dan merasakan gempa bumi dari pesawat yang sedang melakukan penerbangan. [hsw]

Leave a Comment

Categories

Upcoming Events

No results found.

facebook