Gempa bumi adalah salah satu bencana alam yang kejadiannya paling sulit untuk diprediksi, terutama yang diakibatkan oleh peristiwa tektonik. Meskipun demikian, para ilmuwan terus mengembangkan metode untuk memprediksi hal tersebut.

Pada publikasi yang diterbitkan tahun 2001, ditunjukkan bahwa ada sebuah metode yang dapat memberikan harapan keberhasilan dalam memprediksi gempa di pulau Sumatera. Cara yang ditawarkan dalam penelitian ini adalah dengan memperhatikan grafik antara dimensi fraktal dan kejadian gempa masa lampau yang disebabkan oleh sistem patahan Sumatera. Kejadian gempa pada penelitian ini dibatasi pada epicenter yang memiliki kedalaman kurang dari atau sama dengan 50 km dan magnitude antara 5 hingga 7 skala Richter.

Grafik yang terbentuk dari nilai dimensi fraktal dan kejadian gempa pada penelitian yang dilakukan dapat dilihat pada gambar di atas. Di grafik ini, terlihat bahwa ada tiga cluster gempa bumi. Cluster 1a (ditunjukkan oleh lingkaran kecil – kotak merah) adalah gempa bumi yang terjadi pada area dengan fraktal dimensi kecil (D=1.00-1.02) dan memiliki interval pengulangan (RI) selama 4-7 tahun. Kemudian cluster 1b (ditunjukkan oleh lingkaran sedang – kotak hijau) adalah gempa bumi yang terjadi pada area dengan fraktal dimensi sedang (D=1.06-1.15) dan memiliki interval pengulangan selama 6-8 tahun. Sedangkan cluster 2 (ditunjukkan oleh lingkaran besar – kotak biru) adalah gempa bumi yang terjadi pada area dengan fraktal dimensi tinggi (D=1.19-1.24) dan memiliki interval pengulangan selama 10-14 tahun. Gambar tersebut juga menunjukkan gempa terprediksi (simbol bintang) dan prediksi gempa masa mendatang (area lingkaran berarsir) yang diestimasi berdasarkan tren grafik fraktal-gempa sebelumnya. Prediksi tersebut menunjukkan bahwa ada kemungkinan terjadinya satu gempa bumi pada grup cluster 1b di rentang waktu tahun 2000-2001, dua gempa bumi pada grup cluster 2 di rentang waktu tahun 2000-2008 dan satu gempa bumi pada grup cluster 1a di rentang waktu tahun 2004-2007.

Meskipun hasil penelitian ini memberikan perkiraan gempa bumi pada grup cluster, tapi sayangnya belum bisa menunjukkan area secara spesifik. Bagaimanapun juga, hasil ini adalah temuan yang cukup bermanfaat dan signifikan. Mengingat, memang pemrekdisian gempa bumi memiliki tingkat kesulitan yang sangat tinggi (jika tidak bisa dibilang hampir mustahil ) untuk dilakukan.

Leave a Comment

Categories

Upcoming Events

No results found.

facebook